Ilmu Keperawatan
Universitas Muhammadiyah Malang
Ilmu Keperawatan
Universitas Muhammadiyah Malang

Cak Cil (Catatan Kecil Cah Cilik di Portugal)

Author : Administrator | Rabu, 10 November 2010 09:04 WIB
Berita UMM
Template Judul Gambar Berita 1
Template Judul Gambar Berita 2.

Cak Cil (Catatan Kecil Cah Cilik di Portugal)

By. Nina Septi Wardhani ( nien_411@yahoo.co.id )

Mahasiswa Prodi Ilmu Keperawatan FIKES UMM

Pengenalan

            Catatan ini sebenarnya sudah lama ingin saya tuliskan, sejak pertama kali kaki melangkah keluar dari rumah kontrakan di malang menuju Braga dalam rangka exchange study di universidade do Minho-Portugal selama 6 bulan, namun selalu saja tertunda karena alasan klasik âKEMALASAN SOSIALâ. Akhirnya, oh bukan, hmm ni kan baru mulai, kok sudah akhir yak, pokoke jadinya nulis kayak gini wes. Hehehe.

            Nah, cerita sedikit, pengennya notes ini nanti jadi rangkaian tulisan yang saling terkait namun tidak bersambung (gak tau namaya apa), iseng punya iseng, sementara namanya ku kasih CAK CIL (karena selain yang buat orangnya kecil, isinya juga kecil2, hehhe). Cerita2 dalam tulisan ini, diambil sejak menginjakkan kaki di tanah portugal. Nah, kalau PEMBACA (cie ile, gayanya) punya kritik and saran terkait Nama notes ini atau isi dari notes ini, ku persilahkan menuliskan suara hatinya (pake speaker ya kalau gak kedengaran suaranya, : D). Mari kita mulai dah, basa nya banyak, keburu basi ntar.. (basa basi, red).

11 hal tentang Orang-Orang Portugis

Sejak mendarat di Madrid, Spanyol, saya sudah mulai melatih mata untuk beradaptasi dengan bule-bule yang notabene banyak sekali (ya yalah wong negara ne sapa iki, hihihi). Maka setelah berada di portugal, saya jadi tidak begitu canggung lagi berada di tengah2 mereka, meskipun mereka mungkin canggung atau tepatnya agak heran melihat makhluk kayak saya (tepatnya begitu ^_^). Nah, ini dia sedikit gambaran orang2 portugis yang sering saya jumpai:

1. Secara Fisik, yang kebanyakan beredar di pasaran loh ya,,, (maksudnya yang banyak saya Temui lo)

*berkulit Putih- jadi kalau mereka berjemur seharian pun ga bakalan berubah2, lah aslinya da begitu warnanya, dan kalau mereka kepanasan, mukanya lucu kayak buah tomat atau kayak apel mau matang gitu (srruupp...enaknya)

*Mancung Banget- kalau dibandingkan hidungku (hiks), panjang dan tinggi2 hidungnya (mungkin pinokia terispirasi dari hidung2 mereka kali ya..?!)

*badannya Tinggi- nah dsni kalau gak tinggi besar, maka pilihan lainnya adalah tinggi langsing, hwuaaaahhhhhhhh tambah jauh banget dari diriku (ga usah dibahas wes »_« )

*Rambut Pirang atau cokelat- rambutnya gak perlu disemir lagi, kan udah bewarna sejak lahir kok, tapi ada juga yang rambutnya hitam :-)

2.  Suka ngopi di bar-bar (baca: warung kopi), jadi kalau mau ngopi disni hampir setiap sudut ada, bukanya pagi pula. Kebiasaanya ngopi sambil ngobrol ngalur-ngidul juga kok.

3. Hewan peliharaan yang mendominasiadalah anjing (»_«), jadi gak heran kalau banyak banget anjing2 yang menggonggong atau melenggak legok sepaanjang jalan disni, service nya pun lengkap banget mulai dari asuransi, salon, pakaian dll.. (weleh, manusia aja belum tentu bisa i, heheh). Nah, kalau ngomongin anjing, beberapa kali ini ku punya kisah yang ga enak neh....

*pulang dari belanja di Continente (sejenis supermarket), kondisi Siaga 1 dengan kehadiran anjing, berjalan pelan tapi pasti, tolah teleh kanan kiri, aman. Berjalan lagi, menyebrang mengambil sisi lain dari sebuah rumah yang telah dipastikan ada anjingnya, merapat ke dinding rumah sambil berjalan, sambil tolah melihat sisi rumah tersebut,,aman.. lalu dilanjutkan toleh ke rumah yang kami pepetin dindingnya... a..a,,,a,,,a,,,,aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa (maaf, ini bukan nada sebuah lagu tapi teriakan/jeritan/bisikan keras).. ternyata disana, telah duduk manis (huwekkk) seekor anjing hitam legam, besar pula.. menatap hampa dengan wajah polosnya.. semntara kami berteriak kaget melihat keberdaannya (hiah,,, dasar⦠anjingnya gak berperasaan..hiks).

*alarm tubuhku sudah memberi tanda, saat seorang teman mengajak mampir di sebuah bar (ingat kan kalau bar disni = warung kopi) untuk membeli makanan, karena dari kejauhan saya sudah melihat adanya tanda2 kbradaan anjing disana. Berdirilah diriku di teras bar, karena anjing posisi di dalam bar, sambil mataku tetap lekat mengawasi tiap gerak gerik anjing itu. Tiba2 si anjing bangun..keluarâ¦dan..menghampiri kuâ¦. Hiahhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhâ¦.(dengan tetap mengingat rumus tidak boleh lari kalau gak ingin dikejar lo ya), maka saya pun menggeser sedikit demi sedikit dari tempatku, dan meminta pengunjung untuk menolong ku dari incaran anjing tersebut (dengan bahasa yang tak kumengerti, saya Cuma bisa tunjuk2 anjing dan memasang muka melas, takut plus tak berdaya ku,,). Maka, dengan bantuan berbagai pihak dan slsenya transaksi temanku, saya pun terselamatkan dari anjing nakal tadi.. hufh,,,

4. Sifat Orang-orangdisini memang cenderung egois dan individualis, namun ramah juga kalau sekali kita mengalami kesulitan dan menanyakan pada mereka alias minta tolong maka mereka kan berusaha mengarahkan kita pada jalan yang benar semampu mereka (koyok opo ae,,hhehe). Contohnya neh:

*Pernah neh waktu kami (aku & temen2 Indonsia lainnya) tersesat mencari metro untuk pertama kali saat di airport, seorang bapak portugis yang kami cegat di sebuah parkiran brsedia mengantarkan kami ke tempat metronya (padahal kami hanya menanyakan arahnya kemana lo).

*waktu hape saya sempat ketinggalan di kampus, setelah bingung nyariinnya, alhmadulillah ditemukan oleh remaja SMA dan mengantarkan kembali padaku tanpa mau diberi imbalan (padahal sudah saya janjikan mau memberikan tanda terima kasih).

*waktu nunggu, saat di dalam dan sampai turun dari bus, dibantuin sama seorang nenek dan anak2 SD, (komunikasi menggunakan body languange dan sedikit bahsa portugis yang paling dasar yang saya tahu,hhehe).

5. Masyarakat dan peraturan, mereka sangat menghargai pejalan kaki, sekenceng apapun mereka membawa mobil kalau ada yang nyebrang di zebra cross pasti berhenti. Bisa dibilang mereka taat dengan peratran terutama peratura lalu lintas.

6. Sopir Taxi-nya sepertinya mantan pembalap F1 semua deh, cepat dan ekstrim kalau bawa mobilnya pek penumpangnya kudu pegangan kalau gak mau terombang ambing di dalam mobil (ini terjadi pada setiap taxi yang pernah saya tumpangi sampai saat ini »_«).

7. Layanan Publik,bisa dibilang saya menyukai service dan fasilitas publik yang ada disni, karena tidak hanya mementingkan mutu pelayanan saja, namun termasuk kenyamanan pengguna. karena mulai dari anak samapai lansia baik yang normal maupun yang cacat selalu tersedia fasilitas pendukung pelayanannya, bukan hanya di perkantoran, tapi juga di bus, tempat belanja dsb.

8. Masalah waktujuga sama saja, kadang2 on time namun kadang pula tidak (ini juga sebelas dua belas loh), tapi masalah makan on time banget. Kantin di kampus (grill) baru buka jam 12 dan tutup jam 2 siang, jadi kalau lebih dari jam itu, maka kudu nyari tempat makan lain di luar kampus. Selain itu disni toleransi waktu tidak diberikan kalau terkait kepentingan umum (pernah temanku Ditinggal bus di tempat break bus gara2 telat balik, meskipun belum jauh meninggalkan tempat break tetep aja pak sopir tacap gas dan bilang untuk menunggu bus selanjutnya..ck..ck..).

9. bola mania,,,hampir di tiap sudut TV umum, menayangkan pertandingan sepak bola (gak heran deh CR7 berasal dari Negara ini, hehhe)

10. Mayoritas penduduknya tuh katolik, jadi dimana mana selalu ada gereja, dan lonceng pun mejadi hal wajar disni (malah beberapa orang melihat kami sholat menjadi heran, bahkan sampai foto2 segala karena pertama kali mereka melihatnya..)

11. transportasi, untuk private: paling mudah kalau mau nyari mobi karena di tiap jalan selalu ada bertenger mobil2 yang parkir (rasanya perlu dibuat garasi raksasa neh buat naruh semua mobil2 itu). malah kalau nyari motor disini ma langka alias tidak banyak beredar..sekali ada cuma 1 atau 2 yang pernah saya lihat.

kalau untuk publik: banyak plihan mulai dari bus, train, metro dll. dan karena dsni banyak yang suka jalan kaki, maka di jalan2 pun fasilitas untuk pejalan kaki benar2 diberdayakan.

Nah tuh segelintir yang saya tahu tentang mereka, merupakan pencampuran dari apa yang saya lihat+ dengar+ rasakan dan di olah dengan pencampuran sudut pandangk dan latar belakang budayak....  :D

(setiap manusia bisa mengalami hal yang sama, namun bagaimana menilai dan memahami nya itulah yang membuatnya berbeda ^_^)

Shared:

Komentar

Tambahkan Komentar


characters left

CAPTCHA Image